Katanya calon!

Haruskah kuliah?
Beberapa hari terakhir ini saya disibukkan dengan melihat adek-adek kelas 12 yang mulai bingung untuk mengurus bimbel Dan sebagainya, mereka bingung untuk melanjutkan dan menempatkan dirinya di perguruan tinggi Mana?.
Tak sengaja bibir mulai melebar tertawa  tipis, teringat disaat saya masih usia seperti mereka saat ini. Waktu itu usia Saya dibilang usia" emas karena memang kebanyakan dari kami adalah para manusia beridealisme tinggi. Tanpa menyadari bahwa yang kami ketahui tentang ini dan itu masih belum apa-apa Dan sangat- sangat terbatas. Kami merasa kami adalah ujung tombak perubahan keberlangsungan negara agar lebih baik, dengan menganggap kami adalah generasi penerus bangsa, yang pada akhirnya kami sadari bahwa pernyataan kami yang seakan berjiwa nasionalis itu hanya sekedar alibi, toh kami sama-sama egois, sama-sama berusaha mengenyangkan perut Kita masing- masing. Kami adalah pecundang yang mengaku berjiwa nasionalis, kami lebih memikirkan perut kami dibanding keberlangsungan negara, bangsa dan kepentingan- kepentingan orang banyak. Saya dengan tegas mengatakan bahwa tujuan terpenting kenapa Kita harus kuliah adalah agar Kita mengetahui bahwa sebenarnya kuliah itu tidak penting.
Semakin digiring menjadi manusia moderen, manusia yang jika makan di restoran Mahal, tidak malah mendapat layanan yang prima melainkan Kita akan melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pelayan restoran, Kita akan mencampur teh dengan air hangat, dan gula yang sengaja dipisah dilanjutkan mengaduk sendiri, setelah itu baru Kita bisa meminumnya.
Peradaban yang sangat mencerminkan kemunduran (menurut Saya). Dan anehnya kebanyakan orang  lebih menganggap itu sebuah kemoderenan. Apa mungkin pendapat Saya ini salah?
Manusia moderen mengatakan puncak ranassiance manusia dibagi menjadi 3 Dan hanya 3 yaitu:
Manusia budaya
Manusia agama
Manusia akademik
Apa iya?
Bukankah puncak tertinggi sebagai manusia adalah manusia dengan kepekok.an yang sangat amat?
Kuliahlah pilih yang anda baik dalam kuliah, yang penting sahabat-sahabati ini mampu menempatkan diri dan tetap merasa bodoh.
Dzikir Fikir Amal soleh πŸ’™πŸ’›
"Unipdu 15 oktober 2019"

Komentar

  1. Balasan
    1. Salam!
      Salam 5 periode bersma Pak kom deden πŸ’™πŸ’›

      Hapus
  2. Balasan
    1. Jangan lupa mantapkan hati, pikiran bersama saya kwkwkπŸ’™πŸ’›

      Hapus
  3. Balasan
    1. Siap ughteaa yg punya jember Dan sekitarnya

      Hapus
  4. Maju tak gentar ukhteaaaπŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  5. Mantap! Tulisannya mudah dipahami dan syarat makna yang terkandung sangat bagus.
    Salam Pergerakan

    BalasHapus
  6. Hebat sahabti. Semangat berkarya. Jangan lupa solusi :--

    BalasHapus
    Balasan
    1. +62 santuy sek lah tunggu kelanjutannya 😁

      Hapus
  7. Mantap bu kopri
    Salam pergerakan πŸ’™πŸ’›

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini